Masjid Menara Kudus, Wisata Sejarah Peninggalan Wali Songo

Diposting pada

Masjid menara Kudus adalah salah satu peninggalan bersejarah yang sampai saat ini masih berdiri tegak. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan Wali Songo yakni Sunan Kudus.

Saat itu, Sunan Kudus menyebarkan Islam di tanah Jawa Tengah. Hingga kini kelestarian Masjid ini menjadi landmark dari kota Kudus. Selain itu, ini juga menjadi destinasi wisata sejarah dan religi yang terkenal di Jawa Tengah.

Saat Anda berkunjung dan berwisata ke kota Kudus, Jawa Tengah, rasanya kurang lengkap bila Anda tidak mampir ke  wisata religi komplek masjid ini. Lokasinya berada di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus. Lebih tepatnya sekitar 1,5 kilometer dari Simpang Tujuh.

Masjid Menara Kudus, Wisata Sejarah Peninggalan Wali Songo
id.wikipedia.org

Sejarah Masjid Menara Kudus

Keberadaan masjid ini dibangun diatas tanah seluas 2.400 meter persegi. Pembangunan masjid ini dilakukan pada masa Sunan Kudus. Tepatnya pada 1549 Masehi atau 956 Hijriah. Dulu masjid ini lebih dikenal dengan sebutan Masjid Al-Aqso.

Pendirian masjid ini merupakan keinginan Sunan Kudus untuk bisa menyebarkan agama Islam melalui pendekatan kultural.

Ini terlihat dari arsitektur utama yang di dalamnya yang terdiri dari tiga unsur budaya. Mulai dari budaya Jawa, Hindu dan Islam. Sunan Kudus telah mengadaptasi serta melakukan pribumisasi Islam di tengah Masyarakat yang sudah mempunyai budaya dalam pengaruh Hindu dan Budha kala itu.

Desain Arsitektur Masjid

Desain Masjid Menara Kudus ini cukup menarik. Menaranya memiliki tampilan yang berbeda dari masjid yang lain. Menara masjid ini lebih mirip dengan bentuk bangunan candi Jawa Hindu. Bangunan menara terbuat dari bata merah yang telah dipasang manual tanpa menggunakan perekat semen.

Ketinggian menara ini 18 meter dan memiliki hiasan sejumlah 32 piring keramik dengan gambar 32 buah. Sebanyak 20 buah berwarna biru dengan lukisan masjid, pohon kurma dan manusia dengan unta. Sedangkan 12 buah yang lainnya memiliki warna merah putih dengan lukisan kembang.

Masjid ini mempunyai 5 buah pintu di bagian kanan, 5 pintu di bagian kiri dan memiliki 4 buah jendela serta 8 tiang besar yang ada di dalam masjid yang semuanya berasal dari kayu jati. Di dalam menara masjid ini ada tanggal dari kayu jati yang kemungkinan dibuat tahun 1895 M. Hiasan pada bangunan ini menunjukkan hubungan antara kesenian Jawa dan Hindu.

Hal ini dibuktikan dengan 3 banguian bangunan Menara Kudus. Yakni bagian kaki, badan dan puncak. Selain itu, pintu gerbang masjid ini  memiliki keunikan tersendiri yaitu bentuk pintunya seperti candi.

Wisata Religi di Kudus

Saat Anda ingin menelusuri wisata sejarah dan religi di kota Kudus tidaklah sulit. Anda bisa dengan mudah berkunjung ke Masjid Menara Kudus. Bila Anda berangkat dari Semarang, maka di perbatasan Demak dan kabupaten Kudus, Anda akan disambut gerbang berbentuk daun cengkeh dan memiliki tulisan “Kudus Kota Kretek”.

Saat Anda sudah masuk agerbang kota Kudus, anda bisa menemukan pusat kota. Bila Anda ingin ke Masjid Menara Kudus, Anda bisa berkunjung kapan saja sebab masjid ini telah dibuka selama 24 jam penuh. Tak cukup sampai disitu, Anda juga bisa ziarah ke makam Sunan Kudus yang berada di belakang bangunan masjid ini.

Di sekitar lokasi masjid, Anda juga bisa membeli berbagai cinderamata khas Kudus sebagai oleh-oleh. Anda bisa memilih mana yang sesuai selera Anda. Maka dari itu, selain wisata sejarah, wisata religi, Anda juga bisa menikmati wisata belanja saat berkunjung ke Masjid Menara Kudus yang berada di jawa Tengah ini.